Rabu, 01 Oktober 2014

Menjebak Pengunjung Situs Web/Blog Dengan Tautan Internal (Internal Links)

Beragam cara diterapkan oleh webmaster agar pengunjung situs web/blog-nya bisa lebih lama menjelajahi situs web/blog yang dikelola. Salah satu caranya adalah dengan membuat tautan internal (internal links) yang disertakan di dalam artikel atau posting yang dipublikasikan. Dengan adanya tautan internal ini maka sedikit memaksa pengunjung untuk terus menggali informasi yang dimuat oleh situs web/blog. Apalagi jika tautan internal (internal links) tersebut dikemas dengan baik. Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai tautan internal (internal links) silakan melihat Wikipedia. Pada Wikipedia terdapat begitu banyak tautan internal (internal links) yang merupakan referensi atau bagian dari konstruksi konten yang membuat pengunjung semakin dalam menggali informasi mengenai topik utama pembahasan yang mereka lihat.

Kepowan-DiagaramTautanInternalLinks.png | Beragam cara diterapkan oleh webmaster agar pengunjung situs web/blog-nya bisa lebih lama menjelajahi situs web/blog yang dikelola. Salah satu caranya adalah dengan membuat tautan internal (internal links) yang disertakan di dalam artikel atau posting yang dipublikasikan. Dengan adanya tautan internal ini maka sedikit memaksa pengunjung untuk terus menggali informasi yang dimuat oleh situs web/blog. Apalagi jika tautan internal (internal links) tersebut dikemas dengan baik. Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai tautan internal (internal links) silakan melihat Wikipedia. Pada Wikipedia terdapat begitu banyak tautan internal (internal links) yang merupakan referensi atau bagian dari konstruksi konten yang membuat pengunjung semakin dalam menggali informasi mengenai topik utama pembahasan yang mereka lihat.

Membuat tautan internal (internal links) tidaklah begitu sulit jika sudah memiliki referensi yang baik untuk dijadikan tautan internal (internal links). Maka sebaiknya membuat daftar artikel atau posting yang baik dan menyeluruh agar memudahkan pencarian. Berapa banyak tautan internal (internal links) yang harus diaplikasikan pada satu artikel atau posting? Entahlah, yang jelas tautan internal (internal links) harus dapat menunjang topik utama dari pembahasan artikel atau posting. Untuk menerapkan tautan internal (internal links) sebaiknya memilih katakunci atau kalimat kunci yang mewakili tautan yang akan dijadikan tautan internal (internal links). Mengarahkan pengunjung pada tautan yang tidak sesuai malah akan pengunjung kebingunan.

Ada yang menganggap tautan internal (internal links) adalah salah satu cara untuk mereduksi rasio pentalan (bounce rate) namun satu hal yang jelas adalah tautan internal (internal links) harus dapat memberikan informasi yang memberikan nilai tambah terhadap topik utama pembahasan bukan sekedar mengirim pengunjung ke tautan tertentu yang tidak ada hubungannya dengan topik utama pembahasan. Bila merasa kesulitan untuk membuat tautan internal (internal links) ada satu cara lainnya yaitu dengan memberikan daftar artikel atau posting yang terkait dengan topik pembahasan di akhir artikel atau posting. Jadi jangan terlalu membebani diri untuk dapat memberikan tautan internal (internal links) pada setiap artikel atau posting.

1 komentar:

  1. untuk nentuin internal link emang rada sulit, kadang ga sadar malah ngasih terlalu banyak..

    BalasHapus