Minggu, 05 April 2015

(Bukan) Panduan Lengkap Mendapatkan Akun Google AdSense

Banyak webmaster (begitu sebutan yang saya buat bagi pengelola situs web/blog) terutama dari Indonesia ingin sekali menjadi bagian dari Google AdSense. Bukan hanya persoalan besaran dollar/rupiah yang akan diraup tapi juga kebanggaan dapat bekerja sama dengan perusahaan besar dan terkenal di dunia seperti Google. Memang banyak yang sejenis dengan Google AdSense namun dari sisi prestise apakah mereka dapat memberikan kebanggaan yang sama?

Banyak webmaster yang mendaftar dan tidak sedikit yang ditolak. Mereka yang ditolak kadang-kadang tidak tahu secara jelas penyebabnya meskipun ada surat elektronik dari Google AdSense mengenai penolakan tersebut. Tindak lanjutnya si pendaftar mengajukan pertanyaan kepada khalayak umum melalui forum, milis dan yang sejenisnya. Sayangnya, jawaban pun tak kunjung memuaskan rasa ingin tahu si penanya.

Pada kesempatan ini saya tidak mencoba untuk menjawab pertanyaan umum mengenai mengapa ditolak oleh Google AdSense tetapi hanya sekedar berbagi pengalaman saja.

Kepowan-BukanPanduanLengkapMendapatkanAkunGoogleAdSense.png

Penentuan Tema Blog

Untuk tema blog, saya mengacu pada pengelompokan kategori industri yang tercantum pada Google Analytics. Adapun pengelompokan kategori industri adalah sebagai berikut:
  • Seni dan Hiburan
  • Otomotif
  • Kecantikan dan Kebugaran
  • Buku dan Sastra
  • Pasar Bisnis dan Industri
  • Komputer dan Elektronik
  • Keuangan
  • Makanan dan Minuman
  • Game
  • Perawatan Kesehatan
  • Hobi dan Waktu Luang
  • Rumah dan Taman
  • Internet dan Telekomunikasi
  • Pekerjaan dan Pendidikan
  • Hukum dan Pemerintahan
  • Berita
  • Komunitas Online
  • Orang dan Masyarakat
  • Hewan Peliharaan dan Binatang
  • Real Estate
  • Referensi
  • Sains
  • Belanja
  • Olahraga
  • Wisata
  • Lainnya

Karena saya tidak ingin terbelenggu pada satu jenis pengelompokan kategori industri maka saya memilih Lainnya.

Nama Dan Pendeskripsian Blog

Dalam menentukan nama blog banyak yang menganjurkan untuk mengoptimalkan kata kunci yang diusung. Memang ada benarnya! Namun sebaiknya tidak terjebak pada pemilihan nama yang mengandalkan kata kunci. Pilihlah nama yang singkat sehingga mudah diingat namun dapat menarik perhatian serta memiliki relevansi yang akurat terhadap konten blog sehingga akan lebih mudah juga untuk menentukan pendeskripsian blog secara keseluruhan. Sering saya menemukan beberapa blog yang tidak mengindahkan hal tersebut. Contoh: nama blog mengusung tutorial namun isinya kebanyakan malah soal promosi produk meskipun didalamnya juga bisa ditemukan beberapa tutorial namun hal itu bisa dianggap ketidak konsistenan pengelola blog dalam menyajikan konten blog secara keseluruhan.

Penginangan Dan Alamat Penerbitan Blog

Blogger menjadi pilihan saya untuk menginangi blog yang saya buat. Alasan utama saya memilih Blogger, tentu saja, karena GRATIS dan mampu memberikan akses yang tinggi dimana sampai saat ini saya tidak pernah tidak bisa mengakses blog kapan pun dan dimana pun.

Semua pengguna Blogger umumnya akan mendapatkan alamat penerbitan yaitu http://namablog.blogspot.com. Agar lebih singkat maka sebaiknya menggunakan Top Level Domain (TLD) yang cenderung menghasilkan alamat penerbitan yang lebih singkat. Mendapatkan Top Level Domain (TLD), saya memanfaatkan layanan dari Freenom yang memberikan kesempatan bagi banyak orang untuk mendapatkan Top Level Domain (TLD) secara GRATIS dimana hingga kini tersedia lima pilihan Top Level Domain (TLD) yang siap diaplikasikan yaitu .ga, .cf, .ml, .tk dan yang terbaru .gq. Contoh Top Level Domain yang saya aplikasikan adalah .ga yang mana memiliki alamat penerbitan http://kepowan.ga.

Setelah mendapatkan Top Level Domain (TLD) maka langkah selanjutnya adalah mengintegrasikannya pada Blogger dimana alamat penerbitan http://namablog.blogspot.com akan dirubah menjadi http://kepowan.ga.

Pembahasan mengenai alamat penerbitan blog, silakan mengakses tautan berikut Bagaimana cara menggunakan nama domain ubahsuaian untuk blog saya ? Di https://www.blogger.com/go/customdomain.

Berhubung Top Level Domain yang saya aplikasikan adalah .ga yang berasosiasi dengan negara Gabon maka saya merubah penargetan internasional dengan memanfaatkan tag href. Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai penargetan negara dapat dilihat di https://support.google.com/webmasters/answer/6059209 dan https://support.google.com/webmasters/answer/62399.

Konten Blog

Meski tidak memilih industri yang spesifik namun dalam membuat konten blog, saya selalu berusaha mengusung tema berdasarkan pengelompokan kategori industri tersebut. Jujur saja, saya tidak mahir dalam pengoptimalan kata kunci (keyword) hanya mengembangkannya menjadi suatu konten yang layak dibaca dan tidak terkesan dibuat untuk mesin telusur (search engine).

Sebelum mendaftar ke Google AdSense saya menyiapkan konten blog sekurang-kurangnya 20 posting yang memuat sekurang-kurangnya 350 kata, layak dibaca dan memberikan nilai tambah bagi pembaca. Bahasa Indonesia menjadi pilihan bagi saya dalam membuat posting, hal ini untuk mengantisipasi dukungan bahasa yang telah ditentukan oleh Google AdSense. Bila terpaksa menggunakan bahasa Inggris atau bahasa lainnya hal tersebut dikarenakan tidak atau belum adanya padanan kata. Sering juga saya ketahui ada webmaster yang mengira bahwa Google AdSense hanya mau menerima blog yang konten utamanya dalam bahasa Inggris padahal tidak demikian. Silakan mengakses tautan berikut untuk mengetahui Bahasa yang didukung AdSense di https://support.google.com/adsense/answer/9727?hl=id.

Komposisi konten blog umumnya berupa teks, gambar dan video. Konten yang dibuat sebaiknya memberikan nilai lebih dari konten dengan tema sejenis. Contohnya jika konten tersebut temanya memberikan tutorial maka sebaik tidak hanya mengulas bagaimana mengerjakan sesuatu dengan benar namun juga mengupas mengenai manfaat dari tutorial tersebut, apa saja kesulitan yang mungkin dihadapi saat menerapkan tutorial, apa kekurangan dari hasil pengaplikasian tutorial tersebut dan lain-lain. Pencantuman gambar atau video sebaiknya juga dilakukan untuk memudahkan pembaca dalam menerapkan tutorial tersebut. Gambar atau video dapat dibuat sendiri atau menggunakan gambar atau video yang didapat dari internet. Jika menggunakan gambar atau video dari internet pastikan mengetahui batasan apa yang dapat dilakukan dengan tersebut (hal ini berkaitan dengan lisensi) dan jangan lupa mencantumkan sumbernya.

Pembahasan lebih lanjut mengenai konten blog agar dapat diterima oleh Google AdSense silakan mengakses tautan berikut Ikhtisar konten buatan pengguna di https://support.google.com/adsense/answer/1355699.

Desain Blog

Setelah berkutat dengan alamat penerbitan dan konten blog kini saatnya mendesain blog. Blogger memberikan banyak pilihan template yang disiap diaplikasikan untuk menunjang keberadaan blog yang dibuat padanya. Namun umumnya template tersebut memiliki tampilan yang kurang memuaskan, kurang optimal terhadap mesin telusur dan tidak responsif terhadap ukuran multi perangkap pengakses blog. Untuk mengatasinya bisa dengan menggunakan template yang diunduh dari berbagai situs web penyedia template atau memodifikasinya secara mandiri. Tampilan blog menarik harus juga diimbangi tingkat aksesibilitas yang tinggi bagi pengunjung untuk dapat menelusuri blog.

Uji desain blog dengan memanfaatkan layanan uji secara langsung, seperti dibawah ini:

Berdasarkan analisis dari layanan uji langsung tersebut maka lakukan peningkatan performa blog yang dianggap perlu dan dapat diaplikasikan.

Mengenai tag heading pada desain blog. Sampai saat ini saya tidak menemukan bukti bahwa pengaplikasian tag heading <h1> pada judul posting akan sangat berpengaruh pada hasil penelusuran Google (semoga saja Google tidak mengharus hal tersebut dalam algoritmanya). Saya sendiri mengaplikasikan tag heading <h3> pada judul posting pada desain blog. Mengenai pengaplikasian tag heading pada desain blog bisa menyimaknya melalui penjelasan Matt Cutts pada video di https://www.youtube.com/watch?v=GIn5qJKU8VM dan https://www.youtube.com/watch?v=L3HX_8BAhB4.

Alasan Mengapa Tidak Langsung Mendaftar Google AdSense via Blogger?

Sebagai alat penerbitan blog, Blogger telah memberikan fitur yang memudahkan penggunanya untuk mendaftar ke Google AdSense melalui dasbor blognya. Namun pada kasus saya ini, fitur tersebut hanya muncul jika setelan keseluruhan dasbor blog adalah dalam bahasa Inggris. Tentunya adalah suatu hal yang berisiko jika setelan blog dalam bahasa Inggris namun konten utama blog dalam bahasa Indonesia. Jadi, saran saya adalah biarkan Google menilai blog Anda seperti yang Anda ajukan. Hindari penggunaan bahasa asing (dalam hal ini bahasa Inggris) jika bahasa Indonesia adalah bahasa utama yang diaplikasikan pada konten blog.

Penutup

Mungkin penjabaran diatas masih menyisakan banyak tanda tanya dan meninggalkan keraguan untuk menjadikannya sebagai contoh. Saya sendiri tidak bisa memberikan jaminan hingga 100% bahwa apa yang berlaku terhadap saya bisa berlaku juga bagi semua orang. Penjabaran diatas adalah murni pengalaman saya dalam usaha untuk menjadi bagian dari Google AdSense.

Semoga bermanfaat!

0 komentar:

Posting Komentar